Hamil Tapi Kok Di Luar Rahim? Fakta Kehamilan Ektopik

Hamil Tapi Kok Di Luar Rahim? Fakta Kehamilan Ektopik 

kehamilan yang lancar sampai waktu persalinan tiba. Walau kadang disertai dengan mual dan muntah, itulah yang melengkapi indahnya masa kehamilan. Tapi belum seluruh cewek tahu andai ada yang namanya kehamilan ektopik. Kejadian ini dapat dibilang lumayan berisiko sebab kehamilan tidak terjadi di dalam rahim.

Sebelum anda mengalaminya, yuk anda simak kenyataan kehamilan ektopik yang dapat buat calon bayi tumbuh di luar rahim inilah ini!

1. Kehamilan ektopik ialah kehamilan yang tumbuh di luar rahim. Embrio dapat menempel pada ovarium, atau bahkan di leher rahim


Kehamilan ektopik ini bisa tumbuh di mana saja di samping lapisan rahim. Pada umumnya, benih (sel telur yang sudah dibuahi) menempel di tuba falopi (saluran penghubung ovarium dengan rahim), ovarium, leher rahim, atau dinding di luar rahim. Di Amerika, tidak cukup lebih dua persen ibu hamil di sana merasakan kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik ini punya potensi menakut-nakuti jiwa, tetapi dapat diobati. Edukasi, deteksi dini, dan penyembuhan sangat penting dilaksanakan buat cewek yang mendapati dirinya merasakan kehamilan ektopik.

2. Kehamilan ektopik dapat terjadi tanpa hal yang jelas. Tapi cewek yang terpapar asap cerutu & riwayat operasi panggul punya potensi guna memilikinya


Dikutip dari sekian banyak  sumber, kehamilan ektopik dapat saja terjadi tanpa hal resiko yang jelas. Tapi seorang perempuan akan berpotensi lebih merasakan kehamilan ektopik bila ia pernah punya riwayat operasi perut atau panggul, pernah menjalani perawatan kesuburan di masa lampau, pernah merasakan kehamilan ektopik sebelumnya, dan hamil berkat perangkat intrauterine device (IUD).

Cewek yang sedang atau pernah merasakan penyakit infeksi menular seksual, merasakan endometriosis, dan terkena asap rokok pun punya potensi untuk merasakan kehamilan ektopik.

3. Tanda mula kehamilan ektopik yang dapat anda sadari antara beda nyeri perut, nyeri bahu, dan pusing-pusing


Gejala kehamilan ektopik antara beda nyeri perut, nyeri bahu, pusing, menikmati tubuh amat lemah, dan terjadi pendarahan. Jika anda merasakan fenomena ini ketika hamil, segera temui dokter kandungan atau ginekolog sebelum memahami diagnosa dan bisa jadi yang terjadi dampak gejala tersebut.

Biasanya, dokter akan menganjurkan tes darah dan USG guna meyakinkan apakah kehamilan ektopik benar-benar terjadi. Dari tes darah, dokter akan memahami seberapa tidak sedikit hormon kehamilan (human chorionic gonadotropin atau hCG) di dalam darah. Sementara USG akan dilaksanakan pada unsur bawah perut untuk menyaksikan apakah kehamilan terdapat di dalam atau luar rahim.

4. Kehamilan ektopik dapat ditanggulangi lewat pelbagai metode, tergantung gejalanya & seberapa parahnya. Ada yang lewat pembedahan dan non pembedahan


Sejauh ini, terdapat tiga metode guna mengobati kehamilan ektopik. Masing-masing metode bakal dipilih cocok dengan fenomena yang dirasakan dan seberapa parahnya tingkat kehamilan ektopik. Yang kesatu ialah metode non bedah yakni lewat konsumsi obat. Metode ini pun akan dibuntuti dengan tes darah untuk mengawasi kadar hCG.

Kedua, perawatan bedah dengan laparoskopi. Alat bedah kecil bakal dimasukkan melewati sayatan kecil berbarengan dengan teleskop kecil. Jika diperlukan, akan dilaksanakan juga laparotomi yang melibatkan sayatan yang lebih banyak daripada laparoskopi. Lalu, perawatan ini akan dibuntuti dengan rawat inap dan monitoring.

Ketiga, dengan cara observasi. Pada sejumlah kasus, kehamilan ektopik sembuh dengan sendirinya. Bahkan kesembuhannya dapat terjadi sebelum dideteksi atau didiagnosis. Makanya, urgen banget memahami gejala-gejala tubuh anda saat mencurigai kehamilan ektopik terjadi dan segera hubungi dokter.

5. Jika telah terkena kehamilan ektopik, bisakah hamil lagi? Dengan perencanaan yang cermat, pasti saja bisa jadi hamil terdapat lagi!


Setelah merasakan satu kali kehamilan ektopik, tidak terdapat salahnya mempertimbangkan perawatan kesuburan guna kehamilan berikutnya. Ini sebab kehamilan ektopik dapat memengaruhi tingkat bisa jadi kehamilan berikutnya. Namun walaupun anda masih punya bisa jadi sekitar 10% guna menghadapi kehamilan ektopik lainnya, andai terus mengawasi dan merencanakan kehamilan dengan cermat, bukan tidak barangkali kehamilanmu lebih sukses.

Persentasi kehamilan yang berhasil akan semakin besar andai pasca kehamilan ektopik kesatumu, masih terdapat tuba falopi yang tetap utuh dan salurannya tetap tersingkap untuk mengalirkan sel telur yang sudah dibuahi. Artinya, terdapat 60% peluang hamil di masa depan. Makanya, mengawasi terus suasana organ reproduksi amat penting. Namun andai masih susah untuk hamil lagi, percayakan pada spesialis kesuburan yang tahu riwayatmu.

Itulah dia lima kenyataan kehamilan ektopik yang dapat buat calon bayi tumbuh di luar rahim. Sangat urgen sekali untuk mendatangi dokter andai kamu merasakan ini. Sebab andai kehamilan ektopik dibiarkan, bisa berujung pada hilangnya kesadaran, pendarahan hebat, pecahnya tuba falopi atau organ beda tempat benih tumbuh, sampai kematian ibu pada trimester kesatu. Mengerikan bukan?                       

0 Response to "Hamil Tapi Kok Di Luar Rahim? Fakta Kehamilan Ektopik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel